Selasa, 01 April 2014

SBY Kabarkan Tujuh Berita Baik untuk Jawa Barat

Bandung, Jawa Barat - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tujuh kabar di hadapan sedikitnya 51 ribu kader, simpatisan dan warga yang hadir di kampanye terbuka Partai Demokrat di Lapangan Tegalega Kota Bandung, Minggu.
“Sekarang saya ingin menyampaikan tujuh berita baik,” kata SBY yang mengenakan baju serta baret berwarna biru di hadapan massa.
Berita baik pertama, kata SBY, ialah sejak tahun 2013 telah dikucurkan anggaran Rp1 triliun untuk pembangunan jalan di wilayah Jawa Barat bagian selatan.
“Alhamdulillah sejak 2013 dengan anggaran Rp1 triliun telah dibangun untuk jalan bagian Selatan Jabar,” katanya.
Berita baik kedua ialah, pembangunan rel ganda kereta api dari wilayah DKI Jakarta sudah sampai ke wilayah Jawa Barat.
“Rel ganda kereta api Jakarta sudah tembus Jabar sampai Jateng dan Jatim. Naik kereta api makin aman dan cepat. Bahkan kereta api jurusan Bogor-Sukabumi dan Cianjur telah dibuka kembali,” katanya.
Kabar ketiga ialah, lanjut SBY ialah Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, dengan biaya Rp4 triliun pada bulan September ini sudah diairi.
“Bulan September sudah diisikan (air, red), dan Insya Allah banjir di Indramayu bisa dicegah,” katanya.
Berita keempat ialah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai dibangun bandara besar bertaraf internasional yakni Bandara Kertajati.
“Berita kelima di Tasikmalaya sudah punya universitas negeri yakni Universitas Siliwangi lalu di Subang ada Politeknik Subang,” ujar SBY.
Ia mengatakan, berita baik keenam ialah warga Indonesia terutama yang belum mampu yakni sekitar 86,4 juta orang sudah bisa mendapatkan jaminan kesehatan.
“Mereka bisa berobat gratis. Saya tahu di sana sini masih ada kekurangan, tapi mari bersama-sama kita perbaiki. Dan berita ketujuh ialah Alhamdulillah desa telah memiliki Undang-undang Desa,” katanya.
SBY juga menyampaikan tekadnya untuk terus membawa perubahan di Jawa Barat.
“Saya ingin Jawa Barat dan Indonesia semakin baik lagi lima tahun ke depan. Jika sepuluh tahun ini pemerintah telah memberikan bukti, maka lima tahun ke depan akan lebih baik lagi. Jangan sampai yang sudah baik diganti-ganti lagi, justru yang sudah bagus ditingkatkan,” SBY menegaskan disambut massa Partai Demokrat.

“Itulah mengapa kita bertemu di sini. Kita ingin lima tahun mendatang Jabar lebih sejahtera. Saudara tahu partai mana yang akan melakukan dan melanjutan itu?” SBY bertanya sembari mengingatkan, agar kader dan simpatisan Partai Demokrat  tidak terpengaruh dengan informasi negatif tentang partai yang digagas dan didirikannya itu. (TeamPD/Gs)

Warga Jawa Barat Terus Cintai SBY dan Partai Demokrat

Bandung - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono optimistis dan gembira karena konstituen warga masyarakat  Jawa Barat terus mencintai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan akan memilih Partai Demokrat pada Pemilihan Umum (Pemilu 2014. Rasa optimis Ibas didasari dengan begitu antusiasnya warga di berbagai kota/kabupaten di Jabar menghadiri kampanye Partai Demokrat. Termasuk Kampanye Akbar Partai Demokrat yang digelar Lapangan Tegalega, Bandung Jawa Barat, Minggu (30/3).
“Alhamdulillah Partai Demokrat disambut sangat hangat dan antusias oleh warga Jabar. Optimistis karena Bandung juga merupakan tanah kelahiran saya dan tempat tinggal saya, tempat saya tumbuh. Jawa Barat selalu ada di hati,” ujar Ibas sembari menyampaikan salam hangatnya kepada massa yang hadir.
Ibas yang juga didampingi istri tercinta, Aliya Baskoro Yudhoyono tak henti-hentinya  menyapa massa Demokrat di sela-sela kampanye. “Kumaha Damang Sadayana? tanya politisi muda ini.
Sedikitnya 51 ribu massa Partai Demokrat  tumpah ruah di Lapangan Tegalega Bandung. Simpatisan dan kader Partai Demokrat dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung yang datang ke kampanye semakin antusias saat menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Acara kampanye semakin meriah karena dihibur oleh sejumlah artis antara lain, D’masiv, Wali Band, Cici Paramida, dan Rio Febrian.
Ibas yang datang bersama SBY, Ibu Ani Yudhoyono, serta jajaran pengurus teras DPP, DPD dan DPC Partai Demokrat, kembali membagikan bola sepak berlogo Partai Demokrat yang ditendang ke arah puluhan ribu massa kampanye. Aksi bagi bola sepak ini membuat suasana kampanye semakin semarak.
Menurut politisi muda yang akrab disapa Ibas ini, kecintaan warga Jabar terhadap Partai Demokrat tentunya bukan tanpa alasan. Karena warga Jabar sudah merasakan pemerataan hasil pembangunan selama dipimpin oleh Presiden SBY.
“Jadi rakyat Indonesia, termasuk tentunya warga Jawa Barat menginginkan pembangunan yang sudah baik dan berhasil dilakukan oleh Pak SBY sebaiknya dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Sedangkan pembangunan yang belum selesai, hendaknya terus dilanjutkan,” kata Ibas disela-sela kampanye.

Menurut calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini, bukan saja seluruh rakyat Indonesia, akan tetapi dunia internasional juga mengakui, bahwa selama hampir 10 tahun dipimpin oleh Presiden SBY, sudah banyak meraih keberhasilan. Untuk itu, tiada pilihan lain bagi rakyat Indonesia, bahwa hanya dengan mempercayakan kembali pengelolaan negara ini kepada Partai Demokrat, maka pemerintahan selanjutnya bisa melanjutkan dan mengembangkan peran Indonesia di forum internasional lebih baik lagi sebagai bagian dari melindungi dan menjalankan kepentingan nasional. (TeamPD/Gs) 

Caleg DPR-RI dan DPC-PD Jakpus Gelar Pelatihan Saksi Pemilu

Jakarta - Fadjar Sampurno, Caleg Partai Demokrat (PD) untuk DPR-RI Dapil DKI Jakarta II, dan Taufiqurrahman, Caleg PD untuk DPRD DKI  Dapil Jakarta Pusat, beserta DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat menyelenggarakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Saksi TPS Pemilihan Legislatif 2014. Narasumber adalah Wakil Ketua 1 DPC-PD Jakpus Nanang Aribowo dan Taufiqurrahman.
Pelatihan yang diberikan kepada para calon saksi ini adalah tugas dan fungsi saksi mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara hingga pengisian formulir C 1 yang benar.Acara pelatihan yang dihadiri sedikitnya 450 orang ini diselenggarakan di Kantor Pusat DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya 146 Jakarta Pusat, Minggu siang,30 Maret 2014.
Taufiqurrahman dalam kesempatan itu menjelaskan serta mengingatkan, program-program Pro Rakyat Pemerintahan SBY. Mulai dari Sekolah Gratis dari SD hingga SMP, Beras murah untuk Rakyat Miskin (Raskin), Berobat Gratis untuk warga tidak mampu seluruh Indonesia.

Tidak lupa Taufiqurrahman mengatakan bahwa dirinya sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat siap menjaga dan mengawal Program-Program Pro Rakyat Pemerintahan SBY agar sampai ke tangan rakyat yang berhak termasuk juga Program Pro-Rakyat khusus Provinsi DKI Jakarta yaitu gratis biaya pemakaman untuk keluarga tidak mampu, pembuatan akte kelahiran gratis untuk keluarga tidak mampu dan lain-lain. (TeamPD/Gs)

Di Mana Pun, Pengurangan Vonis Mati adalah Isu Sangat Sensitif

Semarang,  Jawa Tengah - Pembebasan seseorang dari hukuman mati, bahkan pengurangan hukuman sekalipun, adalah isu yang sangat sensitif. Pemimpin negara mana pun akan berhati-hati melakukannya, begitu juga Indonesia.
“Banyak kepala negara meminta pembebasan dari hukuman mati warga negaranya yang terlibat kejahatan di Indonesia. Tapi saya tidak begitu saja membebaskannya,” kata Presiden SBY dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi dan wartawan senior Semarang, di Hotel Gumaya, Semarang, Jateng, Minggu (30/3) pagi. Pertemuan ini berlangsung setelah Presiden menerima audiensi keluarga empat TKI yang sedang menghadapi vonis mati di Arab Saudi.
Pemimpin negara lain juga akan berhati-hati memenuhi permintaan Indonesia untuk membebaskan WNI yang tersandung kejahatan berat seperti pembunuhan dan narkoba. Apalagi pembunuhan terhadap balita.
“Bayangkan kalau ada orang Arab membunuh anak Indonesia umur 4 tahun, terus saya bebaskan dari hukuman mati dengan memberikan grasi. Saya kira saya tidak bisa bertahan sebagai Presiden,” SBY menjelaskan.
Kasus pembunuhan terhadap anak berusia 4 tahun inilah yang dihadapi TKI Karni binti Medi saat ini. Begitu juga dengan TKI lain yang tengah menghadapi persoalan hukum di negara tempatan, mereka divonis melakukan tindakan kriminal.
“Jadi keliru ini, (kalau disebutkan) orang baik-baik dizalimi, SBY diam saja, pemerintah diam saja. Mereka melakukan tindak kriminal, dibuktikan dalam pengadilan dan mereka sudah mengaku,” Presiden menjelaskan.
Namun, tetap Presiden secara moral wajib mengusahakan pembebasan dari hukuman mati. “Diminta atau tidak diminta keluarga, ditekan atau tidak oleh sebagian publik kita, saya harus melakukannya karena itu tanggung jawab moral saya,” SBY menegaskan.
Presiden kemudian menceritakan sejumlah kasus yang dialami WNI di Tiongkok. Cukup banyak WNI yang dapat dibebaskan dengan pesan dari pemerintah Tiongkok agar Indonesia diam. Tidak gaduh dan meyebabkan kemarahan dari masyarakat Tiongkok.
“Oleh karena itu saya tidak bisa ngomong ini di luar, nanti kok SBY tidak membela warganya. Habis-habisan saya laksanakan, tapi saya hemat bicara supaya tidak melukai masyarakat, rakyat, dan pemerintah negara yang ingin melakukan pembebasan dari hukuman mati maupun pengampunan lainnya,” ujar Presiden SBY.
Hadir dalam pertemuan ini Pemred Wawasan Agus Toto Widyatmoko, Pemred Radar Semarang Iskandar, Pemred Jateng Post Wibowo Prasetyo, Redaktur KR Semarang Budiono, Redaktur Tribun Jateng Iswidodo. (TeamPD/Gs)

Tanpa Banyak Bicara, Presiden SBY Terus Upayakan Keringanan Hukuman TKI

Semarang, Jawa Tengah - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanpa diminta atau ditekan siapa pun selalu mengupayakan ampunan atau keringanan warga negara Indonesia (WNI) yang menghadapi masalah hukum di negara tempatan. Itu dilakukan tanpa banyak bicara karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan di negara bersangkutan.
Demikian disampaikan Presiden SBY dalam pertemuan dengan keluarga dari empat TKI yang sedang menghadapi masalah hukum di Arab Saudi. Pertemuan berlangsung di Hotel Gumaya, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (30/3) pagi.
“Mereka (pemerintah dimana WNI mengalami kasus) tidak ingin rakyatnya gundah, marah, atau memprotes (permintaan pengampunan dari Indonesia). Sama seperti negara lain yang meminta pembebasan warga negaranya yang dihukum mati di Indonesia, rakyat kita juga akan marah,” kata Presiden SBY.
Hadir dalam pertemuan ini delapan orang anggota keluarga empat TKI yang tengah menghadapi persoalan hukum, terutama pidana mati, dari pengadilan Arab Saudi. Keempat TKI tersebut adalah Satinah, Tuti Tursilawati, Karni binti Medi, dan Siti Zaenab.
Kepada mereka, Presiden SBY menyampaikan turut prihatin dan menegaskan pemerintah terus berupaya tanpa henti memohonkan pengampunan dan permaafan kepada pihak keluarga korban tindak pidana yang dilakukan TKI. Presiden sudah sering menulis surat kepada Raja Arab Saudi Abdullah untuk meminta pembebasan TKI, termasuk dalam kasus yang dihadapi Satinah. Begitu juga dengan pemimpin negara Tiongkok atau Malaysia dimana TKI bermasalah.
“Saya tidak hanya menulis surat, tetapi juga berbicara langsung melalui telepon atau melakukan pertemuan dengan pemimpin negara yan bersangkutan. Itu yang saya lakukan sebagai Presiden,” SBY menjelaskan kepada keluarga TKI. “Tidak diminta pun oleh keluarga, tidak ditekan pun oleh siapa pun, itu saya lakukan terus-menerus, tidak pernah berhenti,” Presiden menambahkan.
Proses-proses yang dilakukan Presiden tidak mungkin dijelaskan secara terbuka. Hal ini untuk menjaga hubungan dengan pemimpin negara setempat, juga menghindari protes dari masyarakatnya karena umumnya TKI yang dijatuhi vonis mati tersebut dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan setempat. Dan diakui sendiri oleh TKI.
Jadi, tidak benar Presiden dan pemerintah tinggal diam. Selama ini sudah ada 176 WNI yang dibebaskan dari hukuman mati. Namun, masih ada 246 orang lagi yang harus dimohonkan pengampunan dan pemaafannya. Dari 176 orang itu, rata-rata tersandung kasus pembunuhan dan narkoba.
Presiden SBY kemudian menjelaskan perkembangan proses yang dilakukan pemerintah untuk membebaskan Satinah. Satgas yang dipimpin mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni saat ini sudah berada di Arab Saudi untuk menegosiasikan permohonan pengampunan Satinah.
Di Arab Saudi berlaku hukum Qisas. Terdakwa yang sudah dijatuhi hukuman mati mutlak oleh pengadilan bisa diampuni asal keluarga korban memaafkan. Biasanya pemberian maaf ini disertai permintaan diyat,semacam uang pengganti. Dalam kasus Satinah, keluarga korban minta diyat sebesar Rp 40 miliar – Rp 50 miliar. Perkembangan terakhir, diyat yang dminta turun menjadi sekitar Rp 9 miliar – Rp 10 miliar. Itu yang sedang dinegosiasikan oleh satgas sekarang ini.
Untuk kasus Siti Zaenab yang telah bergulir sejak 1999, sampai sekarang berlum dapat dibebaskan karena menunggu putra korban akil balik untuk dimintai maaf. Siti Zaenab divonis hukuman mati karena membunuh majikannya.
“Sekarang belum memaafkan secara resmi. Oleh karena itu, kita terus bekerja dan tidak menyerah agar Siti Zaenab bisa dimaafkan dan dibebaskan dari hukuman mati,” ujar SBY.
Kemudian dalam kasus Tuti Tursilawati dan Karni, pemerintah juga melakukan upaya serupa.
“Tidak akan menyerah, ini kemanusiaan. Wajib hukumnya bagi saya sebagai pemimpin di negara ini, jika menyangkut WNI –apa pun kesalahannya– saya mohonkan untuk dibebaskan dari hukuman mati,” SBY menegaskan.
Tuti adalah TKI asal Majalengka yang divonis hukuman mati setelah terbukti membunuh majikannya, Suud Mulhaq Al-Qtaibi. Kemudian, Karni (35) adalah TKI asal Brebes yang dituduh membunuh anak majikannya yang berusia 4 tahun.
“Kami akan terus bekerja. Tidak akan pernah putus asa, mudah-mudahan kita diridhai Allah SWT. Tugas tidak mudah tapi akan kami jalankan dengan ikhlas,” kata Presiden.
Dalam kesempatan ini keluarga TKI yang bertemu SBY adalah Medi Tarsim Kartawiyanta, Mohamam Sarifudin, Iti Sarniti binti Suhari, Halima binti Duhri, Darpin Sarji Singa, Ali Warjuki bin Hasan, Paeri Alferi, Nur Afriana Nasruri.

SBY didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud Mohammad Nuh, dan Wakil Menlu Wardana. (TeamPD/Gs)

Pemerintahan SBY Lindungi Hak Politik Kaum Perempuan

Jakarta - Sesuai UU, kaum perempuan memiliki hak untuk berpolitik dan duduk sebagai sebagai wakil rakyat di legislatif. Kaum perempuan perlu duduk di legislatif untuk memperjuangkan kesetaraan gender.
“Apabila kaum perempuan duduk di legislatif, mereka akan memperjuangkan kepentingan perempuan, kepentingan anak-anak, pembangunan kesetaraan gender atau kesetaraan dengan kaum laki-laki di seluruh Indonesia,” Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Indonesia Bersatu II Linda Amalia Sari Gumelar menegaskan dalam sambutan pembukaan acara Aksi Sosial dan Deklarasi Caleg Perempuan dengan tema “Memberi Arti” di Bunderan HI, Jakarta, Minggu, 30 Maret 2014.
Linda menerangkan, Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan berbagai hal untuk melindungi hak politik  kaum perempuan. Antara lain, mengawal UU No 8 tahun 2012 tentang Pemilu; upaya-upaya penguatan kepada 4500 caleg perempuan; dan membantu partai-partai politik untuk menyiapkan caleg-caleg perempuan.
Linda Amalia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan kerjasama UNDP, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perelindungan Anak dalam menyosialisasikan pentingnya hak politik untuk Caleg Perempuan.

Berbagai kegiatan sosial digelar dalam acara Aksi Sosial dan Deklarasi Caleg Perempuan yaitu donor darah, fun walk dan senam pagi. Acara diikuti oleh hampir seluruh caleg perempuan dari berbagai partai politik termasuk caleg-caleg perempuan Partai Demokrat, jajaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, simpatisan dan kader perempuan partai politik serta masyarakat umum. (TeamPD/Gs)

SBY Sampaikan Tujuh Berita Baik

Semarang, Jawa Tengah - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keberhasilan pemerintahan yang dipimpinnya saat kampanye di Semarang, Jawa Tengah. Dia menyebutnya sebagai tujuh berita baik.
“Hari ini kita berkumpul, tidak lain tujuannya adalah Indonesia yang kita cintai. Saya ingin sampaikan tujuh berita baik,” ujar SBY di hadapan puluhan ribu simpatisan dan kader Partai Demokrat di lapangan Pekan Raya dan Promosi Pembangunan (PRPP), Semarang, Sabtu (29/3/2014).
Pertama, SBY mengabarkan, sudah puluhan tahun Pemerintah Indonesia merencanakan rel ganda dari Pekalongan sampai Surabaya, namun baru terealisasi pada Pemerintahan SBY.
“Dengan rel ganda, kereta lebih cepat, aman, dan nyaman. Bersyukur tidak?” tanya SBY.
Kabar baik kedua terkait pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang kini sudah tersambung sampai Bawean. SBY bercerita, jalur itu sebenarnya sudah selesai dibangun. Tetapi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan masih menunggu peresmian Presiden baru bisa digunakan.
“Saya katakan segera dibuka, tidak perlu peresmian agar saudara-saudara kita bisa merasakan manfaatnya,” ujar SBY.
Kabar baik ketiga yang disampaikan SBY adalah dibangunnya proyek gas bumi mulai dari Kepodang hingga Semarang. Setelah proyek ini selesai, SBY memastikan industri di Jawa Tengah akan meningkat karena akan memenuhi pasokan gas industri.
Selanjutnya, SBY pun menyinggung kabar baik yang keempat terkait pembangunan Bandara Ahmad Yani yang lama terhenti. Menurut SBY, pembangunan bandara itu tersendat karena ada perbedaan pandangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk soal ini, SBY pun mengaku dihubungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meminta Presiden untuk turun tangan menyelesaikan masalah itu.
“Alhamdulillah, kemarin sudah selesai, maka kita bangun dan kita tingkatkan kapasitasnya yang diperlukan,” SBY menjelaskan.
Kabar baik ke lima, sambung SBY, Universitas Tidar di Semarang yang statusnya kini menjadi universitas negeri.
Keenam, terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Saat ini ada 120 juta masyarakat mendapat BPJS Kesehatan sehingga bisa berobat gratis.
“Berita baik terakhir, UU Desa telah disahkan. Desa akan punya kemampuan memimpin. Kini anggarannya sampai Rp 1,4 miliar (per desa; per tahun), perangkat desa juga diberikan kepastian,” SBY menyampaikan.
Dengan tujuh kabar baik itu, SBY pun meminta masyarakat untuk bersyukur.

“Yang tidak pandai bersyukur, akan ada azab Tuhan yang Mahapedih. Kita pilih bangsa yang menyalah-nyalahkan dan tidak pandai bersyukur, baik tidak? Tidak,” SBY mengingatkan. (TeamPD/Gs)