Minggu, 23 Maret 2014

DPD-Partai Demokrat Papua Siap Membuat Sejarah


Jayapura, Papua - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD-PD) Papua di bawah kepemimpinan Lukas Enembe SIP MH siap membuat sejarah dalam Pemilu Legislatif (pileg) yang akan digelar  9 April 2014.  DPD-PD Papua  meyakini kinerja mereka akan membanggakan Ketua Umum Partai Demokrat Dr Susilo Bambang Yudhoyono dan kader Partai Demokrat se-Indonesia.
“Sejarah yang akan ditorehkan DPD-PD Papua itu adalah perolehan 7 kursi dari 10 kursi yang tersedia untuk DPR -RI Dapil Papua, 20 kursi dari 55 kursi yang tersedia di DPR Papua, serta 200 kursi DPRD dari kabupaten/kota se-Papua,” kata Sekretaris DPD-PD Papua Muhammad Rifai Darus SH kepada website demokrat, Minggu (23/3).
Rifai Darus menegaskan, di bawah kepemimpinan Lukas Enembe (yang juga Gubernur Papua) DPD-PD Papua akan meraih prestasi politik luar biasa. Prestasi itu dapat tercapai karena kerja-kerja  politik untuk rakyat terus dilakukan dengan hati dan kasih demi kesejahteraan rakyat.
“Dikarenakan para kader, di bawah kepemimpinan Pak Lukas Enembe, bekerja dengan hati dan kasih demi kesejahteraan rakyat maka rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi pasti dengan hati dan kasih memberikan suara kepada partai sang pemimpin tersebut,” kata Rifai Darus yang juga Caleg DPR-RI Dapil Papua No Urut 6.
Rifai Darus memastikan, sejarah yang akan ditorehkan disebabkan  DPD-PD Papua memiliki pemahaman dan strategi politik tajam untuk meraihnya. Bukti konkret pemahaman dan strategi politik adalah terpilihnya Ketua DPD-PD Papua Lukas  Enembe sebagai Gubernur  Papua dan mulai menjabat sejak 9 April 2013. Hasil spektakuler lainnya Partai Demokrat telah memenangkan 25 dari 29 Pilkada di kota/kabupaten se-Papua.
Rifai Darus mengatakan, kunci dari berkibarnya  panji-panji Partai Demokrat di Papua adalah konsolidasi internal dan penataan  administrasi.  Meskipun Lukas Enembe kini harus mengutamakan tugas sebagai Gubernur Papua tetapi DPD-PD Papua tetap bergerak cepat. Hal ini dikarenakan Lukas Enembe telah melakukan pendelegasian tugas dan pembagian deskripsi kerja yang teratur dan terarah.
“Kebijakan-kebijakan yang ada juga selalu dikomunikasikan dengan struktur pimpinan lain yakni Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPD-PD Papua. Secara rutin kami juga melaporkan perkembangannya kepada Ketua DPD-PD Papua Pak Lukas Enembe,” Rifai Darus menerangkan.
Rifai Darus mengharapkan, seluruh kader berjuang semakin keras merebut hati rakyat di dapil masing-masing, sehingga sejarah yang ditorehkan Partai Demokrat Papua dengan tinta emas benar-benar terwujud. (www.demokrat.or.id/TeamPD/Gs)

Kelanjutan Program Presiden SBY Pondasi Koalisi Partai Demokrat


Jakarta - Kurang kuatnya figur calon presiden yang telah muncul saat ini, membuat peta politik diprediksi berubah signfikan. Akibatnya, kemungkinan besar tidak akan ada parpol dominan yang mampu meraih suara di atas 20 persen. Begitu pula dengan peluang capres yang maju sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain.
“Menurut saya sulit di 2014 nanti, ada parpol yang menang mutlak karena dengan peta politik sekarang, tidak ada parpol yang punya figur kuat yang bisa membuat parpol naik pesat elektabilitasnya, seperti tahun 2004 dan 2009 saat SBY jadi capres,” tutur Harry Witjaksono kepada Jurnal Depok, Minggu (2/3).
Guna memerkuat argumentasinya, Harry memberi contoh di 2004 dan 2009 tingkat popularitas dan elektabilitas SBY bisa mencapai 60 persen. “Kalau dibandingkan dengan Jokowi saja, yang saat ini jadi trending figure, hasil surveinya paling tinggi sekitar 40 persen,” ujar calon Legislator DPR RI Dapil Jabar VI Kota Bekasi-Depok itu
Bahkan berdasarkan peta politik mutakhir setelah deklarasi Jokowi sebagai capres PDIP, lanjut Legislator Komisi III DPR RI ini, sudah tampak beberapa parpol melakukan pembagian kekuasaan menuju koalisi parpol.
“Dari kampanye sekarang saja tampak gejala beberapa partai akan melakukan power sharing. Seperti maneuver politik yang dilakukan Pak Prabowo lewat Gerindra yang merespon deklarasi capres Jokowi,” ungkapnya.
Atas berbagai perkembangan mutakhir itu, Demokrat, lanjut Harry, akan terus berupaya memertahankan elektabilitasnya seperti di 2009. Meskipun Harry mengakui, situasi saat ini berbeda dengan iklim politik 2009.
“Tapi masih ada kemungkinan, setidaknya Demokrat saat ini sudah di posisi 3 besar. Perbedaan persentase dengan parpol di atasnya juga tidak terpaut jauh,” imbuh Ketua Pansus RUU Pencucian Uang, yang kini sangat berguna menjerat para koruptor oleh KPK, Kejaksaan dan Kepolisian itu.
Terhadap peluang Demokrat berkoalisi dengan parpol lain, Harry mengaku belum mengetahui perkembangannya. Namun menurutnya, Demokrat masih akan menunggu hasil pemilu legislatif Rabu, 9 April 2014. “Kami menunggu hasil pileg,” ujarnya.
Kendati demikian, kata Harry, Demokrat akan mendukung capres yang melanjutkan program pembangunan pro rakyat (Pro Poor), pro pembukaan lapangan kerja (Pro Job), pro pertumbuhan (Pro Growth) dan pro lingkungan (Pro Environment).
“Demokrat akan mendukung capres yang melanjutkan program yang telah diwariskan Presiden SBY. Hal-hal yang kurang baik harus kita perbaiki bersama. Demokrat juga akan berkoalisi dengan parpol manapun yang penting menjaga komitmen melanjutkan 4 program yang dirintis SBY. Demi kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negeri ini yang lebih baik, termasuk tetap diperhitungkan oleh bangsa lain di muka bumi,” tandasnya. (TeamPD/Gs)

Nurhayati Ali Assegaf: KPK Hebat Karena Presiden SBY


Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) yang menjadikan kasus Anas Urbaningrum sebagai polemik. Padahal masih banyak kasus lain yang sedang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).
Partai Demokrat, ujar Nurhayati, selalu mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan pada era Presiden SBY, peran Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) luar biasa. "Saya ingatkan, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) itu menjadi hebat bukan karena kehebatan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sendiri. Tapi karena kehebatan Presiden SBY yang mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kata Nurhayati, Minggu, (23/3).
Keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), ujar Nurhayati, merupakan prestasi Presiden SBY. Sebab sebagai Presiden sekaligus Kepala Negara SBY terus berkomitmen memberantas korupsi.
" Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) lembaga ad hoc yang didukung oleh DPR. Saya ini Ketua Fraksi Partai Demokrat yang mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), jadi jangan seolah-olah prestasi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) itu prestasinya sendiri," kata Nurhayati. (TeamPD/Gs)

Tembus Paspampres, Aksi Petani Duren Ini Kejutkan Presiden SBY


Tabanan, Bali - Dewa Putu Dunia, seorang petani di Tabanan, Bali ini berhasil merangsek mendekati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dikawal ketat oleh Paspampres. Petani ini memberikan kejutan Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menghadiahi 2 (dua) buah duren super.

Meski sebagai petani desa, kegigihan kakek berusia 70 tahun ini patut diacungi jempol.

Pengalaman berjabatan tangan dan berfoto di atas panggung dengan SBY saat Pemilu. 2009, membuat tekatnya makin besar untuk mengulang sukses kedua kalinya untuk bertemu dan berjabatan tangan..

Ketika SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono sudah masuk sedan Mercy seri terbaru berplat Indonesia 1, tiba-tiba dikejutkan kedatangan Dunia yang berpakaian adat madya.

Sembari menenteng tas plastik dan muka berseri-seri, dia menyodorkannya ke arah jendela belakang mobil yang membawa SBY yang hendak meninggalkan Taman Pujaan Bangsa Margarana di Kecamatan Marga .

Melihat hal itu, beberapa petugas Pasmpres dan TNI berusaha mendekat dan membantu menjelaskan keinginan pria yang tidak lancar berbahasa Indonesiia itu.

Akhirnya SBY bisa memahami maksud pria renta itu apalagi dia sembari membawa foto bergambar dengan dirinya dalam kliping koran sebuah koran terbitan Bali.

SBY segera mengulurkan jabat tangannya sembari meminta ajudan segera mengurus Dunia. 

Dua buah duren itu lanjut diterima dibawa petugas sebagai oleh-oleh untuk Ketua Umum DPP Partai  Demokrat itu.

Aksi kakek seorang diri itu, karuan mencuri perhatian pejabat n media yang tengah meliput silaturahmi SBY dengan Keluarga Pahlawan Bali. 

"Pak SBY sebentar lagi mau lengser dari jabatannya, duren ini saya ambil jatuh dari pohon, saya ingin mendoakan beliau selalu sehat dan selamat," akunya di Tabanan Minggu (23/3/2014)

Dia meraa berbangga dan haru bisa kedua kalinya bertemu dan berjabat tangan dengan SBY.  

Bahkan pasca ketemu SBY tahun 2009. dia punya keinginan sebelum meninggal dunia ingin kembali bertemu SBY dan akhirnya cita-citanya itu bisa terkabul. 
(www.kabarnusa.com/TeamPD/Gs)

Caleg Partai Demokrat Yakin Dukungan Masyarakat Tetap Besar

Jakarta - Sejak digelarnya masa kampanye legislatif pada 16 Maret lalu, antusiasme publik terhadap Partai Demokrat terbukti masih besar.

Program-program pro rakyat seperti percepatan infastruktur pedesaan, program usaha agrobisnis untuk modal petani, program rumah layak huni, dan bantuan siswa miskin sudah banyak diterima masyarakat selama Demokrat bersama Presiden SBY memimpin dua periode.

"Partai Demokrat merupakan partai terdepan dalam memberantas korupsi, tidak pandang bulu. Menteri, gubernur, ketua umum partai, bupati, dan anggota DPR kalau bersalah dihukum," jelas caleg DPR-RI Demokrat Taufiqurokhman kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/3).

Menurutnya, antusiasme besar masyarakat terhadap Demokrat terbukti saat dia berhasil mengumpulkan dukungan kartu tanda penduduk (KTP) sebanyak 10 ribu di Kabupaten Pandeglang sejak mencalonkan diri.

"Itu sebagai wujud konkret dukungan dari bawah. Sejak itu, begitu kuat antusiasme masyarakat terhadap program-program pro rakyat yang memang dikeluarkan oleh pemerintahan Pak SBY," kata Taufiq yang bertarung di daerah pemilihan Banten I.

Angin segar bagi Demokrat, menurut Taufiq, mulai berembus lagi ketika SBY mengambil alih kepemimpinan, dan masyarakat meneriakkan akan mendukung lagi pasca elektabilitas partai yang diusungnya menurun drastis.

"Program pro rakyat ini benar-benar membuat masyarakat masih percaya bahwa Demokrat mampu memperjuangkan keinginan-keinginan mereka," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, caleg DPR-RI Demokrat yang lain Anton Sukartono Suratto menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap partai bintang mercy terlihat ketika dirinya menggelar kampanye terbuka pertama di lapangan Leuwiliang, Jawa Barat dihadiri sebanyak 5.000 simpatisan.

"Demokrat berhasil mengantarkan pak SBY menjadi presiden RI dua periode telah memberi bukti, bukan cuma janji. Kami siap mengawal program-program pro rakyat ini tetap berjalan," tambah Anton yang bertarung dari daerah pemilihan Jawa Barat I. (www.politik.rmol.co/TeamPD/Gs

Kampanye DPD-Partai Demokrat DKI Jakarta Dihadiri 5000 Kader dan Simpatisan


Jakarta - DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kampanye Pemilu 2014 di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (23/3). Kampanye Provinsi Partai Demokrat di GOR Ciracas ini dihadiri sedikitnya 5000 kader dan simpatisan.
Setiap Caleg DPR RI dan DPRD Provinsi atau kabupaten Dapil Jakarta Timur membawa kader dan simpatisan masing-masing, sehingga suasana kampanye terlihat meriah. Apalagi  kader dan simpatisan caleg membawa atribut beraneka ragam.
Kampanye DPD-PD DKI Jakarta adalah yang keduakalinya. Sebelumnya DPD-PD DKI Jakarta menyelenggarakan kampanye serupa di GOR Cikini, Sabtu, 22 Maret 2014.
Kampanye DPD-PD DKI Jakarta juga dihadiri seluruh kader yang menjadi Caleg DPR-RI Dapil DKI Jakarta 1 yaitu Hayono Isman yang juga merupakan Capres Konvensi Partai Demokrat, Tri Yulianto, Dwi Astuti Wulandari, Cornel Simbolon, Edwin Jarneli Tanjung, dan Luki Widiastuti. Selain itu seluruh kader yang menjadi  Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta Timur, serta seluruh Pengurus DPD-PD DKI Jakarta.
Ketua DPD-PD DKI Jakarta H Nachrowi Ramli dalam orasi mengajak seluruh caleg, kader dan simpatisan Partai Demokrat DKI Jakarta menyukseskan Pemilu 2014.
“Selain itu saya juga menghimbau seluruh Caleg DPR-RI, DPRD DKI Jakarta untuk berkampanye dengan cara-cara yang cerdas, bersih dan santun sesuai dengan pesan Ketua Umum Partai Demokrat Bapak Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono kepada kita semua,” ujar Nachrowi Ramli.
Nachrowi Ramli juga mengingatkan kepada seluruh tim sukses Caleg DPR RI dan DPRD Jakarta agar menjalin komunikasi yang baik di lapangan.
Setiap Caleg DPR-RI dan DPRD DKI Jakarta diberi kesempatan berorasi, memperkenalkan diri serta menyampaikan keberhasilan Pemerintahan Presiden SBY.  Dalam orasi, mereka  umumnya mengingatkan masyarakat bahwasanya Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat telah memberikan bukti bukan janji dengan banyaknya Program Pro-Rakyat yang telah dibuat demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. (www.demokrat.or.id/TeamPD/Gs)

Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Juga Wujud Nasionalisme


Tabanan, Bali - Nasionalisme dan patriotisme bisa juga diabadikan dan diaplikasikan dalam konteks pembangunan nasional dan daerah. Caranya dengan memajukan perekonomian dan kesejahteraan, menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.
“Termasuk memajukan dunia kepariwisataan di Bali, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Itu bisa disebut nasionalisme dan patriotisme,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan sambutan acara silaturahmi dengan keluarga pahlawan Bali, di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (23/3) sore.
Nasionalisme dan patriotisme, ujar Presiden SBY, dimiliki oleh semua bangsa, termasuk Indonesia. Nasionalisme dan patriotisme yang paling tinggi tingkatnya adalah cinta bangsa dan tanah air. Menurut SBY, Indonesia harus tegak berdiri meski siapa pun mengancam dan mengganggu Indonesia.
Presiden berpesan agar generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa haruslah dapat mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme. Dimulai dari mempertahankankan kedaulatan dan kekuatan Indonesia sampai upaya cerdas mewujudkan Indonesia menjadi negara yang lebih maju, makmur, adil, dan damai.
Pada kesempatan ini Presiden SBY juga mengajak semua untuk untuk bersepakat, berikrar, dan berjanji agar empat landasan dan pilar dasar tegak selamanya di Indoesia. Keempat pilar tersebut adalah Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Generasi dan pemimpin mendatang meski hidup di era modern, namun Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tungga Ika harus tetap tegak berdiri dan tidak ada siapa pun yang mengganggu atau merongrong untuk mengubahnya,” SBY menegaskan. (www.demokrat.or.id/TeamPD/Gs)