Selasa, 01 April 2014

“Selamat Berlibur,” Presiden SBY Menyapa Pengunjung Trans Studio Mall

Bandung, Jawa Barat - Menyaksikan pertunjukan musik dan menyapa masyarakat yang tengah berlibur di Trans Studio Mall (TSM) Bandung menjadi salah satu agenda liburan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono beserta keluarga di masa libur nasional Hari Raya Nyepi, Senin (31/3) siang.
Masih berada dalam satu area yang sama dengan tempat menginap, SBY dan Ibu Ani berjalan kaki memasuki area mall tersebut. Presiden SBY nampak ditemani putra pertama Agus Harimurti Yudhoyono, Annisa Pohan, dan Aira, serta putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono, Aliya Rajasa, dan Airlangga.
Kehadiran keluarga Presiden SBY ini mengagetkan masyarakat Bandung yang juga sedang mengunjungi tempat itu. Masyarakat berebutan mengejar dan ingin berfoto bersama keluarga Presiden SBY. Presiden dan Ibu Negara ramah menyambutnya dengan senyum.
“Selamat hari libur ya, sudah main apa belum,?” Ibu Ani bertanya kepada anak-anak dan remaja yang datang mengerumuni.
Sementara Presiden SBY selalu menyalami pengunjung yang mendekatinya dan menyampaikan salam akrab.
“Sukses semuanya,” Presiden menyapa.
Melihat kerumunan masyarakat yang semakin banyak, dengan pengeras suara Presiden SBY menyapa mereka.
“Apa kabar Bapak Ibu, saudara saudara, anak anakku yang saya sayangi, di sini Pak SBY dan Ibu Ani bersama-sama pagi ini dengan anak dan cucu mengucapkan selamat berlibur kepada saudara-saudara. Semoga acara seperti ini membawa kebaikan,” ujar Presiden SBY.
Kerumunan pengunjung yang masih terkejut melihat kehadiran Presiden di tengah mereka, sangat gembira dapat melihat dan menyapa Presiden SBY.

“Nggak nyangka Presiden orangnya ramah dan hangat, tidak menjaga jarak dengan kami rakyatnya,” ujar Euis (24) yang sangat senang berjabat tangan dengan Presiden SBY. (TeamPD/Gs)

Pakai 7.000 Payung, Kampanye Partai Demokrat Raih Rekor MURI

Jakarta - Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan piagam penghargaan atas penggunaan payung terbanyak se-Indonesia kepada kampanye Partai Demokrat yang digelar di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (30/3/2014).
Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo mengatakan, pengguna payung pada kampanye ini mencapai 7.000 payung.
“Sebelumnya 4.000 payung dipegang Asuransi Prudential, tahunnya lupa,” katanya.
Osmar mengatakan, tim Muri mengadakan penghitungan kepada peserta kampanye dimulai pada pukul 10.00 sampai 14.00 WIB.
“Sudah dihitung oleh tim Muri,” katanya.

Kampanye Partai Demokrat yang diikuti ribuan kader dan simpatisan ini menghadirkan Melani Suharli Leimena yang juga Wakil Ketua MPR. (TeamPD/Gs)

SBY Kabarkan Tujuh Berita Baik untuk Jawa Barat

Bandung, Jawa Barat - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tujuh kabar di hadapan sedikitnya 51 ribu kader, simpatisan dan warga yang hadir di kampanye terbuka Partai Demokrat di Lapangan Tegalega Kota Bandung, Minggu.
“Sekarang saya ingin menyampaikan tujuh berita baik,” kata SBY yang mengenakan baju serta baret berwarna biru di hadapan massa.
Berita baik pertama, kata SBY, ialah sejak tahun 2013 telah dikucurkan anggaran Rp1 triliun untuk pembangunan jalan di wilayah Jawa Barat bagian selatan.
“Alhamdulillah sejak 2013 dengan anggaran Rp1 triliun telah dibangun untuk jalan bagian Selatan Jabar,” katanya.
Berita baik kedua ialah, pembangunan rel ganda kereta api dari wilayah DKI Jakarta sudah sampai ke wilayah Jawa Barat.
“Rel ganda kereta api Jakarta sudah tembus Jabar sampai Jateng dan Jatim. Naik kereta api makin aman dan cepat. Bahkan kereta api jurusan Bogor-Sukabumi dan Cianjur telah dibuka kembali,” katanya.
Kabar ketiga ialah, lanjut SBY ialah Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, dengan biaya Rp4 triliun pada bulan September ini sudah diairi.
“Bulan September sudah diisikan (air, red), dan Insya Allah banjir di Indramayu bisa dicegah,” katanya.
Berita keempat ialah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai dibangun bandara besar bertaraf internasional yakni Bandara Kertajati.
“Berita kelima di Tasikmalaya sudah punya universitas negeri yakni Universitas Siliwangi lalu di Subang ada Politeknik Subang,” ujar SBY.
Ia mengatakan, berita baik keenam ialah warga Indonesia terutama yang belum mampu yakni sekitar 86,4 juta orang sudah bisa mendapatkan jaminan kesehatan.
“Mereka bisa berobat gratis. Saya tahu di sana sini masih ada kekurangan, tapi mari bersama-sama kita perbaiki. Dan berita ketujuh ialah Alhamdulillah desa telah memiliki Undang-undang Desa,” katanya.
SBY juga menyampaikan tekadnya untuk terus membawa perubahan di Jawa Barat.
“Saya ingin Jawa Barat dan Indonesia semakin baik lagi lima tahun ke depan. Jika sepuluh tahun ini pemerintah telah memberikan bukti, maka lima tahun ke depan akan lebih baik lagi. Jangan sampai yang sudah baik diganti-ganti lagi, justru yang sudah bagus ditingkatkan,” SBY menegaskan disambut massa Partai Demokrat.

“Itulah mengapa kita bertemu di sini. Kita ingin lima tahun mendatang Jabar lebih sejahtera. Saudara tahu partai mana yang akan melakukan dan melanjutan itu?” SBY bertanya sembari mengingatkan, agar kader dan simpatisan Partai Demokrat  tidak terpengaruh dengan informasi negatif tentang partai yang digagas dan didirikannya itu. (TeamPD/Gs)

Warga Jawa Barat Terus Cintai SBY dan Partai Demokrat

Bandung - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono optimistis dan gembira karena konstituen warga masyarakat  Jawa Barat terus mencintai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan akan memilih Partai Demokrat pada Pemilihan Umum (Pemilu 2014. Rasa optimis Ibas didasari dengan begitu antusiasnya warga di berbagai kota/kabupaten di Jabar menghadiri kampanye Partai Demokrat. Termasuk Kampanye Akbar Partai Demokrat yang digelar Lapangan Tegalega, Bandung Jawa Barat, Minggu (30/3).
“Alhamdulillah Partai Demokrat disambut sangat hangat dan antusias oleh warga Jabar. Optimistis karena Bandung juga merupakan tanah kelahiran saya dan tempat tinggal saya, tempat saya tumbuh. Jawa Barat selalu ada di hati,” ujar Ibas sembari menyampaikan salam hangatnya kepada massa yang hadir.
Ibas yang juga didampingi istri tercinta, Aliya Baskoro Yudhoyono tak henti-hentinya  menyapa massa Demokrat di sela-sela kampanye. “Kumaha Damang Sadayana? tanya politisi muda ini.
Sedikitnya 51 ribu massa Partai Demokrat  tumpah ruah di Lapangan Tegalega Bandung. Simpatisan dan kader Partai Demokrat dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung yang datang ke kampanye semakin antusias saat menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Acara kampanye semakin meriah karena dihibur oleh sejumlah artis antara lain, D’masiv, Wali Band, Cici Paramida, dan Rio Febrian.
Ibas yang datang bersama SBY, Ibu Ani Yudhoyono, serta jajaran pengurus teras DPP, DPD dan DPC Partai Demokrat, kembali membagikan bola sepak berlogo Partai Demokrat yang ditendang ke arah puluhan ribu massa kampanye. Aksi bagi bola sepak ini membuat suasana kampanye semakin semarak.
Menurut politisi muda yang akrab disapa Ibas ini, kecintaan warga Jabar terhadap Partai Demokrat tentunya bukan tanpa alasan. Karena warga Jabar sudah merasakan pemerataan hasil pembangunan selama dipimpin oleh Presiden SBY.
“Jadi rakyat Indonesia, termasuk tentunya warga Jawa Barat menginginkan pembangunan yang sudah baik dan berhasil dilakukan oleh Pak SBY sebaiknya dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Sedangkan pembangunan yang belum selesai, hendaknya terus dilanjutkan,” kata Ibas disela-sela kampanye.

Menurut calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini, bukan saja seluruh rakyat Indonesia, akan tetapi dunia internasional juga mengakui, bahwa selama hampir 10 tahun dipimpin oleh Presiden SBY, sudah banyak meraih keberhasilan. Untuk itu, tiada pilihan lain bagi rakyat Indonesia, bahwa hanya dengan mempercayakan kembali pengelolaan negara ini kepada Partai Demokrat, maka pemerintahan selanjutnya bisa melanjutkan dan mengembangkan peran Indonesia di forum internasional lebih baik lagi sebagai bagian dari melindungi dan menjalankan kepentingan nasional. (TeamPD/Gs) 

Caleg DPR-RI dan DPC-PD Jakpus Gelar Pelatihan Saksi Pemilu

Jakarta - Fadjar Sampurno, Caleg Partai Demokrat (PD) untuk DPR-RI Dapil DKI Jakarta II, dan Taufiqurrahman, Caleg PD untuk DPRD DKI  Dapil Jakarta Pusat, beserta DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat menyelenggarakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Saksi TPS Pemilihan Legislatif 2014. Narasumber adalah Wakil Ketua 1 DPC-PD Jakpus Nanang Aribowo dan Taufiqurrahman.
Pelatihan yang diberikan kepada para calon saksi ini adalah tugas dan fungsi saksi mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara hingga pengisian formulir C 1 yang benar.Acara pelatihan yang dihadiri sedikitnya 450 orang ini diselenggarakan di Kantor Pusat DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya 146 Jakarta Pusat, Minggu siang,30 Maret 2014.
Taufiqurrahman dalam kesempatan itu menjelaskan serta mengingatkan, program-program Pro Rakyat Pemerintahan SBY. Mulai dari Sekolah Gratis dari SD hingga SMP, Beras murah untuk Rakyat Miskin (Raskin), Berobat Gratis untuk warga tidak mampu seluruh Indonesia.

Tidak lupa Taufiqurrahman mengatakan bahwa dirinya sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat siap menjaga dan mengawal Program-Program Pro Rakyat Pemerintahan SBY agar sampai ke tangan rakyat yang berhak termasuk juga Program Pro-Rakyat khusus Provinsi DKI Jakarta yaitu gratis biaya pemakaman untuk keluarga tidak mampu, pembuatan akte kelahiran gratis untuk keluarga tidak mampu dan lain-lain. (TeamPD/Gs)

Di Mana Pun, Pengurangan Vonis Mati adalah Isu Sangat Sensitif

Semarang,  Jawa Tengah - Pembebasan seseorang dari hukuman mati, bahkan pengurangan hukuman sekalipun, adalah isu yang sangat sensitif. Pemimpin negara mana pun akan berhati-hati melakukannya, begitu juga Indonesia.
“Banyak kepala negara meminta pembebasan dari hukuman mati warga negaranya yang terlibat kejahatan di Indonesia. Tapi saya tidak begitu saja membebaskannya,” kata Presiden SBY dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi dan wartawan senior Semarang, di Hotel Gumaya, Semarang, Jateng, Minggu (30/3) pagi. Pertemuan ini berlangsung setelah Presiden menerima audiensi keluarga empat TKI yang sedang menghadapi vonis mati di Arab Saudi.
Pemimpin negara lain juga akan berhati-hati memenuhi permintaan Indonesia untuk membebaskan WNI yang tersandung kejahatan berat seperti pembunuhan dan narkoba. Apalagi pembunuhan terhadap balita.
“Bayangkan kalau ada orang Arab membunuh anak Indonesia umur 4 tahun, terus saya bebaskan dari hukuman mati dengan memberikan grasi. Saya kira saya tidak bisa bertahan sebagai Presiden,” SBY menjelaskan.
Kasus pembunuhan terhadap anak berusia 4 tahun inilah yang dihadapi TKI Karni binti Medi saat ini. Begitu juga dengan TKI lain yang tengah menghadapi persoalan hukum di negara tempatan, mereka divonis melakukan tindakan kriminal.
“Jadi keliru ini, (kalau disebutkan) orang baik-baik dizalimi, SBY diam saja, pemerintah diam saja. Mereka melakukan tindak kriminal, dibuktikan dalam pengadilan dan mereka sudah mengaku,” Presiden menjelaskan.
Namun, tetap Presiden secara moral wajib mengusahakan pembebasan dari hukuman mati. “Diminta atau tidak diminta keluarga, ditekan atau tidak oleh sebagian publik kita, saya harus melakukannya karena itu tanggung jawab moral saya,” SBY menegaskan.
Presiden kemudian menceritakan sejumlah kasus yang dialami WNI di Tiongkok. Cukup banyak WNI yang dapat dibebaskan dengan pesan dari pemerintah Tiongkok agar Indonesia diam. Tidak gaduh dan meyebabkan kemarahan dari masyarakat Tiongkok.
“Oleh karena itu saya tidak bisa ngomong ini di luar, nanti kok SBY tidak membela warganya. Habis-habisan saya laksanakan, tapi saya hemat bicara supaya tidak melukai masyarakat, rakyat, dan pemerintah negara yang ingin melakukan pembebasan dari hukuman mati maupun pengampunan lainnya,” ujar Presiden SBY.
Hadir dalam pertemuan ini Pemred Wawasan Agus Toto Widyatmoko, Pemred Radar Semarang Iskandar, Pemred Jateng Post Wibowo Prasetyo, Redaktur KR Semarang Budiono, Redaktur Tribun Jateng Iswidodo. (TeamPD/Gs)

Tanpa Banyak Bicara, Presiden SBY Terus Upayakan Keringanan Hukuman TKI

Semarang, Jawa Tengah - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanpa diminta atau ditekan siapa pun selalu mengupayakan ampunan atau keringanan warga negara Indonesia (WNI) yang menghadapi masalah hukum di negara tempatan. Itu dilakukan tanpa banyak bicara karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan di negara bersangkutan.
Demikian disampaikan Presiden SBY dalam pertemuan dengan keluarga dari empat TKI yang sedang menghadapi masalah hukum di Arab Saudi. Pertemuan berlangsung di Hotel Gumaya, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (30/3) pagi.
“Mereka (pemerintah dimana WNI mengalami kasus) tidak ingin rakyatnya gundah, marah, atau memprotes (permintaan pengampunan dari Indonesia). Sama seperti negara lain yang meminta pembebasan warga negaranya yang dihukum mati di Indonesia, rakyat kita juga akan marah,” kata Presiden SBY.
Hadir dalam pertemuan ini delapan orang anggota keluarga empat TKI yang tengah menghadapi persoalan hukum, terutama pidana mati, dari pengadilan Arab Saudi. Keempat TKI tersebut adalah Satinah, Tuti Tursilawati, Karni binti Medi, dan Siti Zaenab.
Kepada mereka, Presiden SBY menyampaikan turut prihatin dan menegaskan pemerintah terus berupaya tanpa henti memohonkan pengampunan dan permaafan kepada pihak keluarga korban tindak pidana yang dilakukan TKI. Presiden sudah sering menulis surat kepada Raja Arab Saudi Abdullah untuk meminta pembebasan TKI, termasuk dalam kasus yang dihadapi Satinah. Begitu juga dengan pemimpin negara Tiongkok atau Malaysia dimana TKI bermasalah.
“Saya tidak hanya menulis surat, tetapi juga berbicara langsung melalui telepon atau melakukan pertemuan dengan pemimpin negara yan bersangkutan. Itu yang saya lakukan sebagai Presiden,” SBY menjelaskan kepada keluarga TKI. “Tidak diminta pun oleh keluarga, tidak ditekan pun oleh siapa pun, itu saya lakukan terus-menerus, tidak pernah berhenti,” Presiden menambahkan.
Proses-proses yang dilakukan Presiden tidak mungkin dijelaskan secara terbuka. Hal ini untuk menjaga hubungan dengan pemimpin negara setempat, juga menghindari protes dari masyarakatnya karena umumnya TKI yang dijatuhi vonis mati tersebut dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan setempat. Dan diakui sendiri oleh TKI.
Jadi, tidak benar Presiden dan pemerintah tinggal diam. Selama ini sudah ada 176 WNI yang dibebaskan dari hukuman mati. Namun, masih ada 246 orang lagi yang harus dimohonkan pengampunan dan pemaafannya. Dari 176 orang itu, rata-rata tersandung kasus pembunuhan dan narkoba.
Presiden SBY kemudian menjelaskan perkembangan proses yang dilakukan pemerintah untuk membebaskan Satinah. Satgas yang dipimpin mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni saat ini sudah berada di Arab Saudi untuk menegosiasikan permohonan pengampunan Satinah.
Di Arab Saudi berlaku hukum Qisas. Terdakwa yang sudah dijatuhi hukuman mati mutlak oleh pengadilan bisa diampuni asal keluarga korban memaafkan. Biasanya pemberian maaf ini disertai permintaan diyat,semacam uang pengganti. Dalam kasus Satinah, keluarga korban minta diyat sebesar Rp 40 miliar – Rp 50 miliar. Perkembangan terakhir, diyat yang dminta turun menjadi sekitar Rp 9 miliar – Rp 10 miliar. Itu yang sedang dinegosiasikan oleh satgas sekarang ini.
Untuk kasus Siti Zaenab yang telah bergulir sejak 1999, sampai sekarang berlum dapat dibebaskan karena menunggu putra korban akil balik untuk dimintai maaf. Siti Zaenab divonis hukuman mati karena membunuh majikannya.
“Sekarang belum memaafkan secara resmi. Oleh karena itu, kita terus bekerja dan tidak menyerah agar Siti Zaenab bisa dimaafkan dan dibebaskan dari hukuman mati,” ujar SBY.
Kemudian dalam kasus Tuti Tursilawati dan Karni, pemerintah juga melakukan upaya serupa.
“Tidak akan menyerah, ini kemanusiaan. Wajib hukumnya bagi saya sebagai pemimpin di negara ini, jika menyangkut WNI –apa pun kesalahannya– saya mohonkan untuk dibebaskan dari hukuman mati,” SBY menegaskan.
Tuti adalah TKI asal Majalengka yang divonis hukuman mati setelah terbukti membunuh majikannya, Suud Mulhaq Al-Qtaibi. Kemudian, Karni (35) adalah TKI asal Brebes yang dituduh membunuh anak majikannya yang berusia 4 tahun.
“Kami akan terus bekerja. Tidak akan pernah putus asa, mudah-mudahan kita diridhai Allah SWT. Tugas tidak mudah tapi akan kami jalankan dengan ikhlas,” kata Presiden.
Dalam kesempatan ini keluarga TKI yang bertemu SBY adalah Medi Tarsim Kartawiyanta, Mohamam Sarifudin, Iti Sarniti binti Suhari, Halima binti Duhri, Darpin Sarji Singa, Ali Warjuki bin Hasan, Paeri Alferi, Nur Afriana Nasruri.

SBY didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud Mohammad Nuh, dan Wakil Menlu Wardana. (TeamPD/Gs)